Ini Dia Struktur Slip Gaji yang Benar

Sumber : pixabay.com

Salah satu tugas bagian HRD adalah mengurus mengenai payroll serta pembayaran gaji karyawan. Dalam tugas tersebut, setiap bulannya staf payroll membuat slip gaji karyawan. Slip gaji merupakan bukti resmi mengenai pembayaran gaji yang diberikan oleh pemberi kerja kepada karyawan.  Tidak sedikit orang yang masih kebingungan mengenai pembuatan slip gaji. Slip gaji yang benar tentu dibutuhkan bagi karyawan untuk beberapa kepentingan seperti peminjaman dana atau sekedar sebagai bukti pembayaran gaji.

Sudahkah anda mengetahui bagian apa saja yang perlu ada dalam slip gaji? Serta bagaimana slip gaji dapat dikatakan lengkap? Slip gaji terdiri dari penghasilan pokok, bonus yang diperoleh karyawan, uang makan, tunjangan, asuransi, uang transport, uang makan, potongan keterlambatan dan sebagainya. Bagian-bagian tersebut tergantung pada kebijakan perusahaan dalam melakukan penggajian. Beberapa perusahaan memiliki banyak tunjangan yang ditujukan untuk karyawan.

Baca Juga : Jangan sampai salah, kenali perhitungan pada hari libur dan libur nasional

Setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda mengenai kompensasi yang diberikan pada karyawan. Secara garis besar, slip gaji berisi gaji pokok karyawan, bonus pendapatan, pengurangan penghasilan karyawan seperti pinjaman, denda keterlambatan dan sebagainya serta jumlah gaji yang diterima oleh karyawan. Slip gaji yang lengkap dapat meningkatkan kepercayaan karyawan bahwa haknya telah dipenuhi dengan baik.

Pemberian slip gaji oleh perusahaan bertujuan untuk memberikan bukti secara tertulis yang berisi mengenai hak dan upah yang telah dibayarkan kepada karyawan. Ini dibutuhkan jika suatu saat nanti timbul perbedaan persepsi mengenai hak-hak yang belum atau telah dibayarkan kepada karyawan. Pemerintah sendiri telah membuat peraturan mengenai slip gaji. Hal tersebut termuat dalam Peraturan Pemerintah (PP) no. 78 tahun 2015 pasal 17 ayat 2. Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa pengusaha wajib memberikan slip gaji atau bukti pembayaran upah, dimana slip gaji memuat upah yang diterima oleh karyawan pada saat upah diberikan.

Slip gaji memiliki beberapa fungsi antara lain sebagai bukti resmi mengenai hak-hak yang diterima karyawan dari pemberi kerja selama jangka waktu tertentu serta berfungsi sebagai dokumen yang dapat dilampirkan saat pengajuan kredit di bank atau lembaga pembiayaan lainnya. Setiap penghasilan karyawan yang merupakan warga negara Indonesia perlu dikenakan potongan pajak yaitu Pajak Penghasilan sesuai dengan PPh Pasal 21.

Slip gaji yang benar terdiri dari beberapa bagian penting. Mulai dari bagian atas harus tertera nama perusahaan termasuk alamat dan kontak perusahaan. Keterangan perusahaan ini biasanya terletak di bagian kiri atas. Anda juga perlu memberi keterangan waktu pada slip gaji, beri informasi bulan dan tahun slip gaji tersebut diterbitkan. Selanjutnya beri informasi mengenai karyawan penerima slip gaji tersebut mulai dari nama, jabatan, alamat serta nomor telepon. Dibawah keterangan perusahaan dan informasi karyawan, cantumkan keterangan gaji. Berilah keterangan pendapatan seperti gaji pokok, tunjangan dan bonus. Cantumkan jumlah pendapatan karyawan tersebut kemudian hitung juga secara terpisah pengurangan pendapatan dan berbagai potongan gaji karyawan. Jumlahkan pengurangan pendapatan tersebut. Bagian paling bawah, cantumkan pendapatan akhir yang diterima oleh karyawan. Slip gaji juga perlu ditandatangani oleh penerima serta pemberi. Penerima adalah karyawan penerima gaji sedangkan pemberi yang merupakan perusahaan dapat diwakilkan oleh staf administrasi atau staf payrol.

Itulah struktur slip gaji dasar yang umum digunakan. Anda bisa mengubahnya sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Slip gaji perlu anda buat setiap periode tertentu sehingga sangat penting untuk mengetahui struktur yang benar dari slip gaji yang dibuat.

 

 

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: